Rabu, 08 Juni 2016

PERBEDAAN TOEFL, TOEIC DAN IELTS

Nama : Dewi Haryani
Npm  : 22213289
Kelas : 3EB15



PERBEDAAN TOEFL, TOEIC, DAN IELTS
Ada macam-macam program tes bahasa Inggris untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris. Program tes yang dikenal di Indonesia yaitu TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Ketiga macam tes itu dipakai untuk berbagai keperluan seperti untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri, bekerja di luar negeri, salah satu syarat masuk perguruan tinggi. Bahkan, beberapa perusahaan dan instansi pemerintah sudah mulai mensyaratkan pelamarnya untuk memiliki sertifikasi bahasa Inggris dengan nilai yang telah ditentukan. Nah, apa beda ketiga macam tes itu?
1.      TOEFL
TOEFL singkatan dari Test of English as a Foreign Language yaitu tes bahasa Inggris sebagai bahasa asing. TOEFL dipakai untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bahasa Inggris. TOEFL diperuntukan bagi mereka yang hendak sekolah ke negara-negara English-American, seperti Amerika Serikat contohnya. Ada tiga macam pilihan tes:
1)    PBT (Paper Based Test), yaitu kamu mengerjakan tes TOEFL di atas kertas. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, dan structure.
2)    CBT (Computer Based Test), yaitu kamu mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, structure dan ada tambahan writing.
3)    IBT (Internet Based Test), yaitu tes TOEFL kamu mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer yang terhubung ke internet. Materi tes biasanya meliputi listening, reading, structure, writing dan ada tambahan speaking.
Adapun rentang skor TOEFL sebagai berikut.
  • Skor TOEFL PBT: 310 - 677.
  • Skor TOEFL CBT: 30 - 300.
  • Skor TOEFL IBT: 8 - 120.
Skor TOEFL berlaku selama 2 tahun. Jika lewat dari 2 tahun, kamu harus mengambil lagi tes TOEFL. Untuk bisa mengajukan beasiswa kuliah di luar negeri, skor TOEFL kamu minimal harus 550 (PBT).
2.      TOEIC
TOEIC adalah singkatan dari Test of English for International Communication, yaitu tes bahasa Inggis untuk komunikasi internasional. TOEIC lebih khusus diperuntukan orientasi pekerjaan. Jika kamu ingin bekerja di luar negeri atau perusahaan asing di Indonesia, maka kamu harus memiliki sertifikasi TOEIC.
Materi tes TOEIC hanya listening dan reading. Tipe soal-soal TOEIC biasanya mengarah ke bisnis. Adapun rentang Skor TOEIC adalah 10 - 990.Agar kamu dapat bekerja di luar negeri, usahakan skor TOEIC kamu lebih dari 450.
3.      IELTS
IELTS itu kependekan dari Internasional English Language Testing System. Sebenernya IELTS juga untuk menguji kemahiran kita dalam bahasa inggris. Beda dari TOEFL,
 Tes IELTS memiliki 4 komponen:
a.       listening (30 menit ),
b.      reading (1 jam),
c.       writing (1 jam) dan
d.      speaking (12-15 menit).
Secara keseluruhan, tes IELTS membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Biasanya IELTS dibutuhin untuk keperluan yang lebih penting dari cuma sekedar pendidikan, seperti pembuatan visa kerja diluar, atau perpindahan kewarganegaraan biasanya harus tes IELTS dulu. Walaupun sekarang juga udah mulai ramai Universitas Eropa, UK dan US mengharuskan nilai IELTS sebagai syarat masuknya. Range nilai IELTS itu dari 1 sampai 9. Dan biasnaya kalo mau masuk universitas yang ada di luar minimal score berkisar dari 5,5 sampai 6,5 gan tergantung universitas dan jenjang yang mau ditempuh (S1 atau S2 atau S3). IELTS hanya satu macam dan itu diakui internasional. Biayanya juga mahal , satu kali test kita bisa ngerogoh kocek minimal 2 juta.






Kamis, 28 April 2016

Keuntungan, Kelebihan, Kekurangan,Kelemahan Bank Syariah dan Bank Konvensional


Kelebihan dan Kekurangan Bank Syariah
Bank syariah menurut Karnaen Perwataatmadja dan M Syafi’I Antonio, penulis buku “Apa Dan Bagaimana Bank Islam” :
kelebihan bank syariah terutama pada kuatnya ikatan emosional keagamaan antara pemegang saham,pengelola bank,dan nasabahnya.Dari ikatan emosional inilah dapat dikembangkan kebersamaan dalam menghadapi risiko usaha dan membagi keuntungan secara jujur dan adil.
Kedua, dengan adanya keterikatan secara religi,maka semua pihak yang terlibat dalam bank Islam adalah berusaha sebaik-baiknya dengan pengalaman ajaran agamanya sehingga berapa pun hasil yang diperoleh diyakini membawa berkah.
Ketiga, adanya Fasilitas pembiayaan (al=mudharabah dan al-musyarakah) yang tidak membebani nasabah sejak awal dengan kewajiban membayar biaya secara tetap.hai ini adalah memberikan kelonggaran psikologis yang diperlukan nasabah untuk dapat berusaha secara tenang dan sungguh-sungguh.
Keempat, dengan adanya sistem bagi hasil, untuk penyimpan dana setelah tersedia peringatan dini tentang keadaan banknya yang bias diketahui sewaktu-waktu dari naik turunnya jumlah bagi hasil yang diterima. Kelima, penerapan sistem bagi hasil dan ditinggalkannya sistem bunga menjadikan bank Islam lebih mandiri dari pengaruh gejolak moneter baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Kelemahan Bank Syariah
Karnaen Perwataatmadja dan M Syafi’I Antonio juga menyatakan,
pertama, Kelemahan bank syariah adalah bahwa bank dengan sisem ini terlalu berprasangka baik kepada semua nasabahnya dan berasumsi bahwa semua orang yang terlibat dalam bank Islam adalah jujur.Dengan demikian bank Islam sangat rawan terhadap mereka yang beritikad tidak baik,sehingga diperlukan usaha tambahan untuk mengawasi nasabah yang menerima pembiayaan dari bank syariah.
Kedua, sistem bagi hasil memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit terutama dalam menghitung bagian laba nasabah yang kecil-kecil dan yang nilai simpanannya di bank tidak tetap.Dengan demikian kemungkinan salah hitung setiap saat bias terjadi sehingga diperlukan kecermatan yang lebih besar dari bank konvensional.
Ketiga, Karena bank ini membawa misi bagi hasil yang adil,maka bank Islam lebih memerlukan tenaga-tenaga profesionan yang andal dari pada bank konvensional. Kekeliruan dalam menilaui proyek yang akan dibiayai bank dengan system bagi hasil akan membawa akibat yang lebih besar daripada yang dihadapi bank konvensional yang hasil pendapatannya sudah tetap dari bunga. (saksono)


Keunggulan Bank Konvensional:
·         Dukungan peraturan perundang – undangan yang mapan sehingga bank dapat bergerak lebih pasti.
·         Banyaknya bank konvensional menggairahkan persaingan.
·         Nasabah telah terbiasa dengan sistem bunga tidak dengan metode bagi hasil yang relatif baru.
·         Bank konvensional lebih kreatif membuat produk – produk baru.
·         Metode bunga telah lama dikenal masyarakat.

Kelemahan Bank Konvensional :
·         Adanya praktek sfekulasi tanpa perhitungan.
·         Kredit bermasalah.
·         Praktik curang.
·         Faktor manajemen
Suku Bunga Dasar Kredit​
Data Posisi Akhir Maret 2016
Nama Bank
 Suku Bunga Dasar Kredit (%)

 Kredit
 Kredit
 Kredit
 Kredit Konsumsi

 Korporasi
 Ritel
 Mikro
 KPR
 Non KPR
PT BANK MANDIRI (PERSERO), Tbk
           10.25
           12.00
           19.25
           10.75
           12.50
PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), Tbk
           10.75
           11.25
           17.00
           10.25
           12.50
PT BANK CENTRAL ASIA, Tbk
           10.00
           11.00
                  -  
           10.25
              8.63
PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), Tbk
           10.25
              9.95
                  -  
           10.50
           12.50
PT BANK CIMB NIAGA, Tbk
           11.00
           11.75
           19.25
           11.00
           11.25
PT BANK PERMATA, Tbk
           11.50
           11.75
                  -  
           11.50
           11.50
PT PAN INDONESIA BANK, Tbk
           11.35
           11.89
           19.59
           11.67
           11.67
PT BANK DANAMON INDONESIA, Tbk
           11.00
           11.75
           19.00
           11.50
           16.00
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk
           11.25
           12.00
                  -  
           10.75
           11.75
PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA, Tbk
           10.75
           12.00
           18.30
              9.75
           11.50
THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD
              8.46
                  -  
                  -  
                  -  
                  -  
PT BANK OCBC NISP, Tbk
           11.25
           12.00
                  -  
           12.75
           12.75
THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORP
           10.25
           10.25
                  -  
           10.25
                  -  
PT BANK UOB INDONESIA
           12.25
           13.50
                  -  
           11.50
                  -  
PT BPD JAWA BARAT DAN BANTEN, Tbk
           10.40
           10.36
           19.05
           10.59
              9.95
PT BANK BUKOPIN, Tbk
           12.82
           13.09
           17.23
           12.70
           12.63
PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk
                  -  
           16.65
           20.33
                  -  
           17.34
STANDARD CHARTERED BANK
              9.93
                  -  
                  -  
           10.62
                  -  
PT BANK DBS INDONESIA
           10.14
           11.31
                  -  
           10.42
                  -  
CITIBANK NA
              9.50
              9.85
                  -  
                  -  
                  -  


Bank konvensional menggunakan konsep biaya (cost concept) untuk menghitung keuntungan. Artinya, bunga yang dijanjikan di muka kepada nasabah penabung merupakan ongkos atau biaya yang harus dibayar oleh bank.
Oleh karena itu bank harus “menjual” kepada nasabah lain (peminjam) dengan biaya bunga yang lebih tinggi. Perbedaan antara keduanya disebut spread yang menandakan apakah perusahaan tersebut untung atau rugi. Bila spread-nya positif, di mana beban bunga yang dibebankan kepada peminjam lebih tinggi dari bunga yang diberikan kepada penabung, maka dapat dikatakan bahwa bank mendapatkan keuntungan. Sebaliknya juga benar

Bank syariah menggunakan pendekatan profit sharing, artinya dana yang diterima bank disalurkan kepada pembiayaan. Keuntungan yang didapat dari pembiayaan tersebut dibagi dua, untuk bank dan untuk nasabah, berdasarkan perjanjian pembagian keuntungan di muka.